Melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Pemerintah Desa Padalarang terus berkomitmen memperbaiki infrastruktur desa. Salah satu bentuk realisasinya adalah pengaspalan jalan desa di wilayah RW 08, Desa Padalarang. Pekerjaan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan waktu pengerjaan selama tiga hari.
Kegiatan hotmix ini berada di bawah Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa dan didanai sepenuhnya dari Dana Desa 2025. Jalan yang dibangun memiliki panjang 111 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 3 sentimeter. Sebelumnya, kondisi jalan dinilai rusak dan kurang layak dilalui, terutama sebagai akses utama menuju Kampung Babakanloa RW 07 yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas harian, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kegiatan sosial.
Dari sisi pembiayaan, kegiatan ini mencakup belanja operasional dan upah tenaga kerja sebesar Rp2.394.400 serta belanja material senilai Rp54.581.600. Selain itu, dikenakan pajak PPN dan PPh sebesar 12,5 persen sesuai regulasi. Seluruh proses pelaksanaan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan pertanggungjawaban.
Pelaksana kegiatan, Iban Rohiban, mengungkapkan rasa syukurnya atas rampungnya pembangunan jalan desa tersebut. Ia menyebutkan bahwa proyek ini merupakan hasil perencanaan yang matang serta aspirasi masyarakat yang telah lama mengharapkan perbaikan akses jalan.
“Saya bersyukur pembangunan jalan desa ini bisa terlaksana. Warga merasa puas karena jalan yang sebelumnya rusak kini sudah diperbaiki dan jauh lebih nyaman,” ujarnya.
Menurut Iban, pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga membawa dampak langsung bagi keselamatan dan kenyamanan warga. Akses jalan yang lebih baik dinilai mampu memperlancar mobilitas, mendukung distribusi hasil usaha masyarakat, serta menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia juga menambahkan bahwa manfaat dari pembangunan ini bersifat jangka panjang. “Dengan kondisi jalan yang lebih layak, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman setiap hari,” tambahnya.
Respons positif juga datang dari warga setempat. Jalan yang sebelumnya berlubang dan licin saat musim hujan kini berubah menjadi akses yang lebih aman dan representatif. Kondisi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Desa Padalarang.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan desa ini, Pemerintah Desa Padalarang menegaskan bahwa pemanfaatan Dana Desa diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat. Ke depan, pembangunan berkelanjutan diharapkan terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga secara merata.
Sumber : Liputan
Redaksi matakita: Taufiq Nugraha/Adhel
Editor : Taufik Fatulloh


0 Comments