TABLOID BESTY

Mobil Innova Reborn Dibakar OTK, Diduga Terkait Persaingan Bisnis Getah Karet: “Jika Tidak Diungkap, Nyawa Satu Keluarga Terancam”

SIMALUNGUN – Tabloid Besty-Aksi pembakaran satu unit mobil Toyota Innova Reborn milik Samsul Bahri Barito di kawasan PT BSRE Bridgestone Dolok Melangir, Kabupaten Simalungun, diduga kuat berkaitan dengan persaingan bisnis getah karet yang tidak sehat.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Mobil yang terparkir di garasi rumah korban tiba-tiba terbakar dan diduga sengaja dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK).


Korban, Samsul Bahri Barito, menduga aksi tersebut dilakukan oleh kelompok preman dan pencuri getah karet yang selama ini disebut-sebut bermain dalam jaringan suplai getah karet di wilayah perusahaan PT BSRE Bridgestone Dolok Melangir.

“Kami menduga ini bukan sekadar pembakaran mobil. Ini sudah mengarah pada upaya teror bahkan percobaan pembunuhan terhadap saya dan keluarga,” ungkap Samsul Bahri Barito kepada awak media.

Menurut Samsul, beberapa minggu sebelumnya dirinya mengaku sempat dikriminalisasi melalui laporan yang dinilai tidak berdasar. Atas persoalan tersebut, ia kemudian meminta pendampingan hukum kepada PH Poltak Silitonga SH MH.

Kuasa hukum korban, Poltak Silitonga, menyebut pihaknya telah mempelajari laporan yang dilayangkan terhadap kliennya dan menemukan sejumlah kejanggalan hukum.

“Setelah kami teliti fakta dan bukti yang ada, kami menilai laporan terhadap klien kami tidak memenuhi unsur hukum. Karena itu kami berencana mengambil langkah hukum balik atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik,” tegas Poltak Silitonga.

Diduga karena merasa terancam dan takut terbongkar, pihak tertentu kemudian melakukan aksi teror dengan membakar kendaraan milik korban yang berada tepat di garasi rumah.

Beruntung, korban dan keluarganya cepat terbangun sehingga mobil berhasil didorong keluar sebelum api menjalar ke rumah.

“Kalau terlambat beberapa menit saja, mungkin rumah sudah terbakar dan anak istri korban bisa menjadi korban jiwa,” lanjut Poltak.

Ia juga mempertanyakan keamanan dan penegakan hukum di Sumatera Utara apabila aksi brutal seperti ini dibiarkan terjadi.

“Sungguh menakutkan jika premanisme sudah berani melakukan teror pembakaran di rumah warga. Ini bukan lagi persoalan bisnis biasa, tapi sudah mengancam nyawa manusia,” katanya.

Poltak Silitonga meminta Kapolda Sumatera Utara segera turun tangan mengusut tuntas pelaku maupun aktor intelektual di balik pembakaran tersebut.

“Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Kapolda Sumut agar pelaku dan otak di balik aksi pembakaran serta dugaan rencana pembunuhan ini segera ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Saat kejadian berlangsung, PH Poltak Silitonga diketahui sedang berada di Kalimantan Tengah. Namun dirinya langsung mengarahkan klien untuk membuat laporan resmi ke Polda Sumut.


Kasus ini kini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai dugaan praktik persaingan bisnis kotor di lingkungan suplai getah karet yang disebut-sebut melibatkan jaringan premanisme.

(Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak