DELI SERDANG — Abu erupsi Gunung Sinabung turut berdampak ke sejumlah wilayah di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kecamatan Sibolangit mencatat sedikitnya delapan desa terdampak abu vulkanik.
Camat Sibolangit, M. Arif Budiman Tarigan, SIP, mengatakan wilayah yang terdampak lebih banyak berada di kawasan yang mengarah ke Simpang Bukum kearah ke biru-biru, di antaranya Desa Sikeben, Ketangkuhen, Martelu, Sukamaju, Cinta Rakyat, Negeri Gugung serta sejumlah desa lainnya.
Dampak abu vulkanik juga dirasakan hingga kawasan Bandar Baru.
“Untuk Sibolangit sendiri, yang terdampak erupsi Sinabung, abu erupsinya ada delapan desa. Lebih banyak didominasi desa yang ke arah Simpang.
Kalau daerah yang di bawah, paling jauh sampai Bandar Baru,” ujar Arif saat diwawancarai Bang Naga di Kantor Bupati Deli Serdang Kamis 3/9/2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sibolangit bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD ( Badan Penaggulangan Bencana Daerah) untuk melakukan langkah antisipasi, termasuk membagikan masker kepada masyarakat.
Selain itu, sosialisasi dan imbauan kesehatan dilakukan melalui ambulans Puskesmas bersama Kepala Puskesmas. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama terjadi erupsi dan menggunakan masker jika harus keluar.
Arif menjelaskan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, iritasi kulit, hingga gangguan pada saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat, kalau tidak ada keperluan, lebih baik berada di rumah. Debu erupsi dapat mengakibatkan iritasi mata, iritasi kulit serta gangguan infeksi saluran pernapasan,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat mengikuti arahan pemerintah, khususnya informasi dari BPBD terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan radius aman.
“Kalau saran saya, tetap ikuti anjuran yang disampaikan pemerintah, dalam hal ini BPBD. Jaga jarak aman dan jangan mendekati objek, khususnya kawasan wisata di daerah Gunung Sinabung,” tegasnya.
Arif mengingatkan pengguna jalan maupun masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar menggunakan masker. Bagi warga yang membutuhkan masker namun tidak memilikinya, pihak kecamatan dan Puskesmas siap membantu.
“Kalau bisa masyarakat di tengah erupsi ini berada di rumah. Jika keluar rumah, gunakan masker. Kalau masker tidak ada, telepon pihak kecamatan atau Puskesmas, kita siapkan,” pungkasnya.
Wartawan : Bang Naga
Editor : Bens Petak