TABLOID BESTY

‎Dollar Naik, Rupiah Anjlok: Kenapa Netizen Kreator Konten Malah Seneng?‎

‎OPINI BESTY | Fenomena yang bikin garuk-garuk kepala: giliran kurs dollar tembus level tinggi, linimasa X (Twitter) dan TikTok malah rame yang seneng. Padahal di sisi lain, ekonom udah wanti-wanti ini bahaya buat ekonomi nasional. Gimana ceritanya bisa dua kubu beda pendapat soal hal yang sama?
‎Plot Twist: Yang Untung vs Yang Buntung
‎Buat sebagian content creator, terutama yang cuan-nya dari AdSense YouTube, sponsor brand luar negeri, atau jualan produk digital ke market global, dollar naik itu ibarat bonus dadakan. Bayangin gini: penghasilan mereka dalam dollar nggak berubah, tapi pas ditukar ke rupiah, jumlahnya jadi lebih gede. Nggak perlu kerja ekstra, cuan otomatis nambah cuma karena kurs bergerak.
‎Makanya nggak heran kalau ada yang posting story "alhamdulillah dollar naik" — dari kacamata dompet pribadi mereka, itu emang rezeki nomplok.
‎Tapi Tunggu Dulu, Ini Sisi Gelapnya
‎Masalahnya, apa yang bikin sebagian orang happy ini justru jadi red flag buat ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Kenapa?
· ‎Barang impor jadi mahal. BBM, bahan baku pabrik, sampai gadget kesayangan kalian bisa naik harga karena dibeli pakai dollar.
· ‎Utang numpuk makin berat. Utang luar negeri pemerintah dan perusahaan yang dalam dollar jadi lebih susah dilunasin.
· ‎Daya beli anjlok. Harga-harga naik duluan, gaji belum tentu ikut naik secepat itu. Ujung-ujungnya kantong generasi muda yang kena imbas duluan.
· ‎Investor asing kabur. Pasar modal Indonesia jadi kelihatan lebih berisiko, dana asing bisa hengkang.
· ‎Bank Indonesia harus turun tangan, entah naikin suku bunga atau jual cadangan dollar, yang efeknya nyebar ke ekonomi secara luas.
‎Jadi Siapa yang Bener?
‎Sebenernya bukan soal siapa yang bener atau salah, ini murni beda posisi aja. Content creator yang cuan dollar itu jumlahnya kecil banget dibanding total penduduk Indonesia. Buat mereka, dollar naik = untung pribadi. Tapi buat mayoritas rakyat yang gajian rupiah dan belanja kebutuhan sehari-hari yang bahannya banyak diimpor, dollar naik itu artinya harga-harga ikut kerek naik.
‎Intinya: dua-duanya nggak salah dari sudut pandang masing-masing. Cuma kepentingan personal dan kepentingan negara di sini emang lagi jalan berlawanan arah. Yang penting, sebelum ikut-ikutan seneng liat kurs naik, coba mikir dulu: cuan ini beneran nambah kantong lo, atau justru bikin harga-harga di sekitar lo ikut naik?

( Opini )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak