Banjir disebabkan oleh luapan sungai setelah wilayah Karawang dan sekitarnya diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, sementara sebagian masyarakat memilih bertahan di rumah, dan lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sejumlah perahu karet milik tim gabungan diterjunkan untuk membantu mobilitas warga. Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan relawan juga terus melakukan patroli serta evakuasi terhadap warga lanjut usia dan anak-anak.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi area persawahan sehingga dikhawatirkan berdampak pada hasil panen petani. Warga mengaku banjir di Karangligar merupakan kejadian rutin setiap musim hujan, namun kali ini genangan berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Air sudah masuk rumah sejak beberapa hari lalu dan belum surut sampai sekarang. Kami hanya bisa menunggu bantuan dan berharap hujan berhenti,” ujar salah seorang warga Karangligar.
Pemerintah daerah melalui BPBD Karawang masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak dan kebutuhan pengungsi, sekaligus menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, serta layanan kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu sungai masih cukup tinggi.
Banjir kembali merendam Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hingga Jumat (31/1/2026), genangan air masih menutupi ratusan rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter di sejumlah titik.
Tags
nasional