TABLOID BESTY

Pelajar Tertib Lalu Lintas Demi Masa Depan Bangsa

 


Langkat | Tabloid Besty — Semangat membangun generasi bangsa yang disiplin dan bertanggung jawab tercermin dalam kegiatan Sat Lantas Goes to School yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Langkat di MTsN 3 Langkat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, dengan fokus pada upaya preventif menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di kalangan pelajar.

Edukasi tersebut dipimpin langsung oleh jajaran perwira Sat Lantas Polres Langkat, yakni KBO Sat Lantas IPTU Didi Iskandar S.H. M.H., Kanit Turjawali IPTU Arifin YS S.H. M.H., Kanit Gakkum IPDA Maskrei Budi S. Sihotang S.H., serta Kanit Kamsel IPDA Ira Fatmawati S.H. Kegiatan berlangsung penuh semangat, interaktif, dan komunikatif, menghadirkan suasana pembelajaran yang dekat dengan dunia remaja.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, larangan berkendara bagi pelajar yang belum cukup umur, bahaya penggunaan ponsel saat berkendara, serta konsekuensi hukum dari setiap pelanggaran lalu lintas. Pesan yang dibawa bukan sekadar aturan, melainkan nilai tanggung jawab sebagai warga negara yang peduli terhadap keselamatan bersama.

Kasat Lantas Polres Langkat AKP MHD. Tommy Franata S.T.K. S.I.K. M.H. M.T. menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi prioritas utama dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.

Ia menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi membangun kesadaran sejak dini.

Menurutnya, pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam sikap dan disiplin, termasuk dalam berlalu lintas. Keselamatan di jalan adalah wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan.

Data kecelakaan lalu lintas secara nasional menunjukkan kelompok usia produktif, termasuk remaja, masih menjadi golongan yang rentan. Karena itu, edukasi di sekolah dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus menanamkan budaya tertib sebagai bagian dari karakter kebangsaan.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H. S.I.K. M.Si. secara terpisah menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan pendekatan humanis dan kolaboratif.

Ia menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah bagian dari budaya disiplin yang harus dibangun bersama. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sementara kepolisian hadir sebagai mitra pembinaan. Sinergi ini diharapkan melahirkan kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Menurut Kapolres, keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas tidak hanya diukur dari turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk patuh secara sukarela, tanpa harus selalu diawasi atau ditindak.

Kegiatan Sat Lantas Goes to School pun mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Selain menambah wawasan, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pelajar dan kepolisian dalam membahas persoalan lalu lintas yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari kebiasaan berkendara hingga pengaruh lingkungan pergaulan.

Melalui Operasi Keselamatan Toba 2026, Polres Langkat berharap lahir generasi muda yang bukan hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga disiplin, sadar hukum, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan. Dari bangku sekolah, semangat tertib berlalu lintas ditanamkan sebagai fondasi membangun masyarakat Indonesia yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

(Ilham) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Formulir Kontak