Ticker

6/recent/ticker-posts

Internet Rakyat Muncul, Pengusaha Internet RT/RW Ketar-Ketir: Strategi Tertibkan Ilegal atau Sekadar Gimmick Murah?

Tabloid besty | Munculnya program Internet Rakyat dengan penawaran harga mencolok sekitar Rp100 ribu untuk kecepatan hingga 100 Mbps langsung mengundang perhatian publik. Bukan hanya masyarakat yang tergiur, para pengusaha internet RT/RW pun disebut-sebut mulai merasa waswas.

Pertanyaannya, apakah ini langkah strategis pemerintah untuk menertibkan internet ilegal, atau hanya promosi awal yang belum tentu berumur panjang?

Selama ini, internet RT/RW tumbuh subur karena menjawab kebutuhan dasar warga: murah, cepat, dan dekat. Sayangnya, tak sedikit yang beroperasi tanpa izin resmi. Di sisi lain, keberadaan mereka juga mengisi kekosongan layanan di wilayah yang belum tersentuh provider besar.

Kehadiran Internet Rakyat seolah menjadi “tamparan halus” bagi pemain lama. Harga murah dengan label program nasional jelas membuat persaingan makin panas. Namun, netizen mulai kritis:
Apakah layanan ini akan merata hingga pelosok Indonesia?
Apakah harga Rp100 ribu bisa bertahan dalam jangka panjang, atau hanya umpan awal?
Dan yang tak kalah penting, bagaimana stabilitas dan kualitas jaringan saat pengguna membludak?

Jika benar Internet Rakyat dirancang sebagai alat penertiban, maka pengusaha RT/RW ilegal memang harus siap tersingkir sesuai aturan. Namun, bila pendekatannya terlalu keras tanpa solusi transisi, bisa jadi justru mematikan usaha kecil yang selama ini menopang kebutuhan digital warga kelas bawah.

Sebaliknya, ada peluang lain yang patut dipikirkan: mengubah ancaman menjadi kemitraan. Pengusaha internet RT/RW bisa diarahkan menjadi mitra resmi, bukan musuh. Dengan regulasi jelas, pembinaan teknis, dan akses legal, mereka justru bisa menjadi ujung tombak pemerataan internet nasional.

Pada akhirnya, Internet Rakyat akan dinilai bukan dari harga murah di awal, melainkan dari konsistensi layanan, pemerataan akses, dan keadilan bagi pelaku usaha kecil. Publik menunggu, apakah program ini benar-benar solusi jangka panjang atau hanya ramai di awal lalu sunyi di tengah jalan.

Opini publik sudah terbentuk. Kini giliran pemerintah membuktikan.

Post a Comment

0 Comments

Terkini