Berikut laporan lengkap Tabloid Besty mengenai 10 tanaman liar sawah yang paling sering digunakan sebagai obat alami, beserta cara pengolahan tradisionalnya.
Bagian digunakan: Umbi
Khasiat:
Mengatasi sakit perut, kembung, masuk angin
Melancarkan haid
Mengurangi bau badan
Cara mengolah:
Rebus 5–7 umbi teki yang sudah dicuci bersih
Didihkan 10–15 menit
Minum air rebusan 1–2 kali sehari
Bagian digunakan: Seluruh tanaman
Khasiat:
Mengobati panas dalam
Melancarkan kencing (diuretik)
Obat batuk
Menurunkan demam
Cara mengolah:
Ambil segenggam rumput grinting, rebus dengan 3 gelas air
Sisakan hingga 1 gelas
Minum hangat, tambahkan madu bila perlu
Bagian digunakan: Akar
Khasiat:
Obat panas dalam
Mengatasi kencing berdarah
Penyegar tubuh
Cara mengolah:
Cuci bersih akar alang-alang
Rebus bersama 3 gelas air
Minum hasil rebusan 2× sehari
Bagian digunakan: Daun
Khasiat:
Meningkatkan fungsi otak & memori
Menyembuhkan luka
Menjaga daya tahan tubuh
Cara mengolah:
Bisa dimakan mentah sebagai lalapan
Atau direbus sebentar dan diminum airnya
Untuk luka: tumbuk daun, tempelkan langsung
Bagian digunakan: Seluruh tanaman
Khasiat:
Menghancurkan batu ginjal
Meningkatkan imun
Mengatasi flu dan demam
Cara mengolah:
Rebus tiga batang meniran lengkap akar-daun
Minum airnya 1× sehari
Jangan dikonsumsi berlebihan karena bersifat dingin
6. Daun Kucing / Akar Raja (Acalypha indica)
Khasiat:
Obat batuk
Mengatasi cacingan
Cara mengolah:
Untuk batuk: seduh daun kering seperti teh
Untuk kulit: tumbuk daun, oleskan pada area iritasi
Khasiat:
Obat luka ringan
Cara mengolah:
Tumbuk daun hingga keluar airnya
Tempel pada luka luar
Khasiat:
Mengobati luka luar
Cara mengolah:
Tumbuk daun dan batang muda
Balurkan pada bagian yang bengkak atau berdarah
9. Tempuyung (Sonchus arvensis)
Khasiat:
Menghancurkan batu ginjal
Meredakan panas dalam
Cara mengolah:
Keringkan daun, lalu seduh seperti teh
Minum 1 gelas per hari
Bisa juga direbus langsung
Tanaman liar di sawah ternyata menyimpan potensi besar sebagai obat tradisional alami. Pemanfaatannya sudah lama dilakukan oleh masyarakat petani dan hingga kini masih dipercaya efektif mengatasi berbagai penyakit ringan.


0 Comments