Longsor terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, serta beberapa kawasan perbukitan di Lembang. Material tanah bercampur lumpur dan bebatuan turun dari lereng bukit dan menimbun permukiman warga serta akses jalan.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), longsor diduga dipicu oleh tanah yang jenuh air akibat curah hujan tinggi, sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya amblas ke bawah. Selain itu, aliran lumpur dari hulu sungai memperparah kondisi di permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan rumah warga dilaporkan terdampak, sebagian mengalami kerusakan berat. Sejumlah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus melakukan proses pencarian dan evakuasi korban. Alat berat juga diterjunkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor.
“Kami masih fokus pada pencarian korban dan evakuasi warga yang terisolasi. Cuaca dan kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala di lapangan,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera melapor ke aparat setempat jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
Hingga saat ini, proses pendataan korban dan kerugian material masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan bantuan logistik bagi para pengungsi dan korban terdampak bencana.


0 Comments